Analysis the Productivity and Income of Candlenut Farmers in the HKm Nggahi Rawi Pahu KPHL Maria Donggo Massa in Bima Regency

Authors

  • Safitri Ade Ningrum Universitas Mataram Author
  • Markum Markum Universitas Mataram Author
  • Budhy Setiawan Universitas Mataram Author

DOI:

https://doi.org/10.55927/p4qp2r94

Keywords:

Productivity, Income, Candlenut, Community Forest

Abstract

This study aims to analyze the productivity and income of candlenut farmers in the Nggahi Rawi Pahu Community Forest (HKm), Maria Donggo Massa Forest Management Unit (KPHL), Bima Regency. Candlenut (Aleurites moluccana) is one of the Non-Timber Forest Products that has high economic value and has long been utilized by local communities around the forest. The research method was descriptive quantitative, with data collected through observation, interviews, and questionnaires involving 61 candlenut farmers. The results show that candlenut productivity varies according to land area, with the highest productivity reaching 1,884.30 kg/ha on land less than 0.5 hectares. The average net income of candlenut farmers is IDR 8,585,557.38 per year, with revenues amounting to IDR 9,796,733.61 and production costs of IDR 1,058,852.46 per year. Factors such as land area, number of trees, and cultivation techniques influence the productivity and income of farmers. The study concludes that more intensive land management on small plots yields higher productivity, while larger plots require better management to improve harvest outcomes. Recommendations include enhancing land management efficiency, providing cultivation training, and strengthening government support to improve the productivity and income of candlenut farmers

References

Anwar, M. A., & Noor, G. S. (2014). Potensi, sifat dan manfaat kayu kemiri pengganti kayu hutan alam di Kalimantan Selatan. Banjarbaru: Balitbang Provinsi Kalimantan Selatan.

Assegaf, A. R. (2019). Pengaruh biaya tetap dan biaya variabel terhadap profitabilitas PT. Pecel Lele Lela Internasional, Cabang 17, Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Jurnal Ekonomi dan Industri, 20, 1-5.

Awaludin, M., Nurliani, N., & Adam, A. M. T. (2024). Analisis pendapatan usahatani kemiri (Aleurites moluccana) dan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga petani (Studi Kasus pada Hutan Kemasyarakatan (HKM) di Desa Parado Rato, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat). Wiratani: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 7(1). https://doi.org/10.33096/wiratani.v7i1.335

Backer, C. A., & Bakhuizen van Brink, H. C. (1963). Flora of Java Vol. I. N. V. P. Noordroff, Groningan, Netherlands.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. (2018). Petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan budidaya padi tahun 2018. Kementerian Pertanian, Jakarta.

Fatimah, D. F. S., Diba, F., & Setyawati, D. (2021). Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu sebagai kerajinan anyaman oleh masyarakat di Desa Kuala Dua Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau [Utilization of non-timber forest product as handicraft at Kuala Dua village community, Kembayan subdistrict, Sanggau Regency]. Jurnal Hutan Lestari, 9(1), 1–13.

Ferry, Y., Towaha, J., & Rusli, R. (2019). Budidaya dan pasca panen kemiri (Aleurites moluccana Willd.) sebagai bahan bakar bioenergi [Cultivation and post-harvest of candlenut (Aleurites moluccana Willd.) as bioenergy fuel]. Unit Penerbitan dan Publikasi Balittri. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/15519

Hanum, N. (2017). Analisis pengaruh pendapatan terhadap perilaku konsumsi mahasiswa Universitas Samudra di Kota Langsa. Jurnal Samudra Ekonomika, 1(2), 107-116.

Hutagaol, M. P., & Tarigan, D. (2019). Diversifikasi tanaman bernilai ekonomi tinggi untuk peningkatan kesejahteraan petani. Journal of Agribusiness Management, 7(3), 203-212.

Ibrahim, M. S. D., Wardiana, E., & Taher, S. (2019). Penampilan dan manfaat lima spesies kemiri. Unit Penerbitan dan Publikasi, Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar. Retrieved from https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/15836

Irawan, A., Iwanuddin, J., Halawne, E., & Ekawati, S. (2017). Analisis persepsi dan perilaku masyarakat terhadap keberadaan kawasan KPHP Model Poigar. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 14(1), 71-82.

Imtinan, Q. (2021). Pemikiran ekonomi Islam oleh Muhammad Abdul Mannan: Teori produksi (Mazhab Mainstream). Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7(3), 1644–1652.

Indrawahyuni. (2020). Analisis efektivitas dan pertumbuhan pendapatan asli daerah pada dinas pendapatan daerah Kota Makassar. Jurnal Amen, 17(3), 358-367.

Jarwinto, A. D., Darsono, & Sundari, M. T. (2015). Analisis produktivitas lahan dan pendapatan usahatani padi di kawasan pesisir Kabupaten Purworejo. Agrista, 3(2), 97-108. ISSN 2302-1713.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2019). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 77 Tahun 2019 tentang Penilaian Kesesuaian Kegiatan Lingkungan Hidup. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kesuma, B. P. (1977). Kemungkinan penanaman kemiri (Aleurites moluccana Willd.) sebagai tanaman kehutanan di Lampung. Makalah khusus. Departemen Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Khaira, S. (2022). Kebijakan pemerintah dalam pengelolaan ekologi hutan lindung di Kabupaten Bener Meriah (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry).

Makkarennu, A. S., Mahbub, & Ridwan. (2020). An integrated business model canvas on prioritizing strategy: Case study of small-scale non-timber forest product (NTFP) enterprises in Indonesia. Small-scale Forestry, 19(4), 1-14.

Makkarennu, Salim, S. A., Irnasari, Israwati, & Rahmiawati, V. (2023). Model bisnis usaha berbasis hasil hutan bukan kayu potensial. Jurnal Bisnis, Manajemen, dan Informatika (JBMI), 19(3), 205-222.

Markum et. al (2015). Sosialogi Kehutanan dan Kehutanan Masyarakat.

Masnilam, H. (2020). Determinan produktivitas kelapa sawit di Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Ekonomi, 22(1), 33–53.

Mustaqim, W. A., & Raihandhany, R. (2020). Aleurites moluccana (L.) Willd. Euphorbiaceae. In Franco, F. M. (Ed.), Ethnobotany of the mountain regions of Southeast Asia (pp. xx-xx). Springer, Cham. https://doi.org/10.1007/978-3-030-14116-5_165-1

Nurhayati, S. (2022). Kontribusi pendapatan Hutan Kemasyarakatan terhadap kesejahteraan keluarga di daerah pedesaan. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Sumber Daya, 14(2), 87-95.

Permenhut No. 25 Tahun 2007. Tentang hasil hutan bukan kayu. Jakarta.

PIKA. (1981). Mengenal sifat‐sifat kayu Indonesia dan penggunaannya. Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.

Pratiwi, R. (2022). Pengelolaan dan kontribusi HHBK kemiri terhadap pendapatan masyarakat di KPHL Selayar (Skripsi). Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Rosman, R., & Sudiman, A. (2002). Peta kesesuaian lahan dan iklim tanaman kemiri di Pulau Jawa bagian barat. Balittro, Bogor.

Setyoningtias, K. D. D., Edy, D. F., Lestari, L. I., Masyithah, I. U., & Wijayanti, I. (2023). Lansia produktif?: Studi literatur tentang longevity. Flourishing Journal, 2(7), 492-498. https://doi.org/10.17977/um070v2i72022p492-498

Sutejo, A., Fajri, R., & Sucahyo, L. (2023). Optimasi kecepatan putar dalam peningkatan mutu biji kemiri pada mesin pemecah cangkang biji kemiri (Aleurites moluccana willd.). Jurnal Agricultural Biosystem Engineering, 2(1), 48-66. https://doi.org/10.23960/jabe.v2i1.6751

Wibowo, T., Abidin, Z., & Satriadi, T. (2023). Peran para pihak stakeholder dalam pengembangan hasil hutan bukan kayu. Jurnal Hutan Tropis, 11(4), 428-433.

Yanti, S., Siregar, A. W., & Baihaqi, A. (2023). Potensi hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan multi-purpose tree species (MPTS) di Desa Gumpang Lempuh Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 8(4), 1416-1426.

Downloads

Published

2025-10-17