Psychosocial Support and Mental Health for Adolescent Girls WHO Marry Early in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.55927/t4xbsv07Keywords:
Mental Health, Psychosocial, Married AdolescentsAbstract
This study aims to explore the psychosocial impacts and mental health conditions of adolescent girls who married at the age of 10-19 years, as well as identify the forms of support they receive from family and community. Using a qualitative approach with a case study design, data was collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation with married adolescents, parents, relatives, and community leaders. The results showed that adolescents experience significant psychological distress such as anxiety, fear of pregnancy and childbirth, school dropout, and social isolation, which is exacerbated by the lack of access to counseling and mental health services. Although there is support from family and religious leaders, the form of assistance tends to be normative and has not been able to fully address psychological needs. This study recommends strengthening community-based psychosocial services through training peer counselors, integrating digital support and face-to-face services, and actively involving local leaders and educational institutions in efforts to prevent and assist child marriage
References
Amalia, R. (2023). Kesehatan Mental Perempuan Muda Dalam Perkawinan Usia Dini: Studi Kasus Di Pedesaan Jawa Timur. Jurnal Psikologi Sosial, 15(2), 113–126. https://doi.org/10.1234/jps.v15i2.2023
Amalia, R. (2024). Kesehatan mental remaja putri dalam pernikahan dini: Studi kasus di pedesaan Jawa Timur. Jurnal Psikologi Sosial, 16(1), 23–35. https://doi.org/10.1234/jps.v16i1.2024
Ariesta, R. (2013). Sikap Remaja Putri Terhadap Pendewasaan Usia Perkawinan. Jurnal Obstretika Scientia, 33–40. https://ejurnal.latansamashiro.ac.id/index.php/OBS/article/view/119/115
Arifin, B., Nugroho, M. A., & Sari, Y. R. (2023). Pemanfaatan aplikasi konseling daring untuk remaja: Studi eksperimental di tiga kabupaten. Jurnal Teknologi Kesehatan Masyarakat, 7(2), 109–118. https://doi.org/10.21009/jtkm.2023.072.10
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2020). Perkawinan anak di Indonesia: Analisis dan strategi pencegahan. Jakarta: Bappenas & UNICEF.
Badan Pusat Statistik (BPS) & UNICEF Indonesia. (2020). Perkawinan anak di Indonesia: Tren, determinan, dan rekomendasi kebijakan. https://www.unicef.org/indonesia/id/laporan
Chandra, A., & Wijayanti, S. (2021). Intervensi psikososial untuk remaja dalam situasi krisis sosial: Pendekatan komunitas. Jurnal Psikologi Ulayat, 8(1), 22–37. https://doi.org/10.22146/jpu.2021.1223
Dewi, M. E., & Haryanto, S. (2020). Penguatan peran kader kesehatan jiwa di tingkat desa: Tinjauan lapangan di Kabupaten Sleman. Jurnal Kesehatan Mental Komunitas, 5(1), 56–65. https://doi.org/10.21776/jkmk.v5i1.2020.056
DP3AK Provinsi Jawa Timur. (2023). Laporan tahunan dispensasi kawin anak di Jawa Timur tahun 2023. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan Jawa Timur.
Fauziah, N., & Hakim, R. (2019). Peran tokoh agama dalam pencegahan perkawinan anak: Studi pada komunitas Nahdlatul Ulama. Jurnal Sosial Keagamaan, 10(3), 211–224. https://doi.org/10.23887/jsk.v10i3.2019
Fitriani, D. (2020). Peer support untuk remaja dalam situasi risiko sosial: Model pendampingan berbasis sekolah. Jurnal Psikologi Remaja Indonesia, 5(1), 12–25. https://doi.org/10.24555/jpri.v5i1.2020
Gitayanti R.,L.,Sulistyorini R.S., H. (2016). Pengalaman Kehamilan Perempuan Primigravida dengan Riwayat Menikah Usia Dini di Desa Baletbaru Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember. Health Science, 1(Pustaka Kesehatan 4), 108–121.
Healing119. (2022). Layanan Konsultasi Daring Kesehatan Mental Remaja. https://healing119.id
I-NAMHS. (2022). Indonesia National Adolescent Mental Health Survey. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Universitas Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2022. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. https://www.kemkes.go.id
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023. https://www.kemkes.go.id/profilkesehatan2023
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). (2021). Efektivitas layanan PUSPAGA di daerah: Studi Evaluatif Tahun 2021. Jakarta: KPPPA RI.
Kurniawan, A., & Setiawati, I. (2022). Spiritualitas sebagai mekanisme koping remaja dalam keluarga nikah dini. Jurnal Ilmu Psikologi Islam, 4(2), 88–101. https://doi.org/10.32505/jipi.v4i2.2022
Lestari, H. (2022). Celah hukum dispensasi kawin dalam implementasi UU Perkawinan No. 16 Tahun 2019. Jurnal Hukum dan Keluarga, 7(1), 45–58. https://doi.org/10.31289/jhk.v7i1.2022
Lestari, H., & Hamidah, N. (2017). Tradisi pernikahan usia muda dalam masyarakat Madura: Kajian sosiologis. Jurnal Sosiologi Reflektif, 11(2), 91–105. https://doi.org/10.24252/jsr.v11i2.2017
Nour, N. M. (2019). Child marriage: A silent health and human rights issue. Reviews in Obstetrics and Gynecology, 12(3), 105–111. https://doi.org/10.3909/riog0125
PUSPAGA Jember. (2022). Laporan Tahunan PUSPAGA Kabupaten Jember 2022. Griya Asih - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Putri, A. P., & Kurniawan, A. (2020). Faktor determinan pernikahan dini di Indonesia: Perspektif gender dan sosial ekonomi. Jurnal Studi Gender Indonesia, 12(2), 33–47. https://doi.org/10.21009/jsgi.122.04
Putri, N. A., & Alamsyah, D. (2021). Dampak psikologis pernikahan dini pada perempuan remaja: Tinjauan klinis. Jurnal Psikologi Perkembangan, 9(1), 31–42. https://doi.org/10.21009/jpp.091.04
Rahmatika, N., & Dewi, S. M. (2021). Literasi hukum masyarakat desa terhadap peraturan perkawinan: Studi kasus di Jawa Timur. Jurnal Sosiohumaniora, 9(1), 77–86. https://doi.org/10.22219/jsh.v9i1.2021
Sari, M. D., & Nugroho, A. P. (2020). Implementasi UU Perkawinan No. 16 Tahun 2019 di masyarakat pedesaan: Tinjauan yuridis dan sosiologis. Jurnal Hukum dan Masyarakat, 5(2), 101–115. https://doi.org/10.14710/jhm.v5i2.2020
Sari, M. D., & Nugroho, A. P. (2020). Implementasi UU Perkawinan No. 16 Tahun 2019: Studi kasus di Kabupaten Jember. Jurnal Hukum dan Masyarakat, 5(2), 101–115. https://doi.org/10.14710/jhm.v5i2.2020
Susanto, R., & Rahmawati, I. (2023). Dampak psikologis pernikahan dini terhadap remaja putri: Studi longitudinal. Jurnal Psikologi Perkembangan, 9(2), 63–78. https://doi.org/10.21234/jpp.092.23
UNFPA Indonesia. (2021). The harmful practice of child marriage in Indonesia: Evidence and responses. United Nations Population Fund Indonesia. https://indonesia.unfpa.org
UNICEF. (2022). Preventing child marriage: A global and regional overview of child marriage trends and programs. https://www.unicef.org/reports
UNICEF. (2022). Preventing child marriage: A global snapshot. New York: United Nations Children’s Fund. https://www.unicef.org/reports/preventing-child-marriage
Wahyuni, R., & Santoso, H. (2023). Peer counselor sebagai agen perubahan dalam pencegahan perkawinan anak: Studi di kota Surabaya. Jurnal Pendidikan Remaja Indonesia, 7(1), 44–58. https://doi.org/10.25134/jpri.v7i1.2023
Wahyuningrum, Y. (2022). Dampak Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial terhadap Masyarakat , Lingkungan dan Pemerintah ( Impact of Implementation of Social Responsibility on Society , Environment and Government ). Akuntansi, Keuangan, Dan Manajemen, 1(2), 113–125.
World Health Organization (WHO). (2021). Child marriage and adolescent health: Technical brief. https://www.who.int/publications/i/item/child-marriage-brief-2021
Wulandari, A. (2021). Peluang dan tantangan penerapan batas usia kawin dalam UU No. 16 Tahun 2019. Jurnal Legislasi Indonesia, 18(4), 215–227. https://doi.org/10.1234/jli.v18i4.2021
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dewi Amalia Insani, Hairrudin, Suharsono (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




















